Kamis, 22 Oktober 2009

Puluhan Aktivis Tuntut Syekh Puji Disidang Kembali

Semarang – (22/10) Puluhan aktivis perlindungan perempuan dan anak, Rabu (22/10) melakukan aksi protes atas pembebasan Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji. Mereka turun ke jalan meminta agar Pengadilan Tinggi Jawa Tengah segera memproses dan menerima upaya perlawanan yang dilakukan pihak Kejaksaan atas putusan sela Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang yang membebaskan Syekh Puji dari dakwaan pencabulan dan eksploitasi anak di bawah umur.
Dengan melakukan long march dari depan tugu videotron Jl. Pahlawan Semarang, ke kantor Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, sejumlah aktivis gabungan beberapa LSM pemerhati perempuan dan anak, turun ke jalan. Sambil membentangkan poster dan berorasi, mereka memprotes sikap majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang yang telah membebaskan Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji dari dakwaan pencabulan dan eksploitasi anak di bawah umur.
Menurut Nanik Jumoenita, selaku koordinator aksi, apa yang diputuskan majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang dinilai telah melecehkan Undang-undang Perlindungan Anak, dimana dalam hal ini Lutviana Ulfa, gadis kencur 12 tahun menjadi korban atas perbuatan Pujiono.
Para aktivis perempuan meminta pihak Pengadilan Tinggi Jawa Tengah melakukan tindakan tegas, di antaranya memeriksa majelis hakim PN Kab. Semarang terkait putusan sela yang dikeluarkannya dan segera memproses upaya perlawanan banding yang diajukan pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Menurut mereka apa yang dilakukan ini bukan merupakan tekanan atau mendikte pihak aparat penegak hokum, tetapi merupakan bentuk keprihatinan.
Dalam aksi ini, mereka melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan perjalanan proses hokum Pujiono di pengadilan yang sarat dengan suap terhadap majelis hakim sehingga mencerminkan bahwa hukum di negeri ini telah mati dan dapat dibeli. (FPP)

Rabu, 21 Oktober 2009

Demo Tolak SBY

Semarang – Aksi saling dorong antara aparat dengan puluhan mahasiswa PMII Komisariat Walisongo Semarang terpaksa terjadi, karena polisi memaksa mahasiswa untuk mundur ke belakang.
Menurut polisi, aksi mahasiswa yang dilakukan di depan bundaran air mancur dinilai mengganggu arus lalu lintas kendaraan yang melintas di depan kawasan demo. Para pendemo ini menentang pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono karena SBY dinilai belum dapat mensejahterakan rakyat. Janji-janji kampanye SBY seperti program BLT, sekolah gratis, ekonomi kerakyatan dan supremasi hukum perluy segera direalisasikan. Aksi ini diakhiri dengan melakukan sholat ghaib, sebagai tanda matinya supremasi rakyat.
Sementara itu di kawasan Simpang Lima Semarang, juga terdapat aksi demonstrasi menolak SBY, yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Sukarelawan Perjuangan Untuk Pembebasan Tanah Air (SPARTAN). Aksi ini diawali dengan berjalan kaki dari depan masjid Baiturahman, melintasi Simpang Lima, menuju ke kantor Gubernur Jateng untuk berorasi.
Sejumlah tuntutan mereka kemukakan dalam orasi, di antaranya pengusutan tuntas skandal Century, penghentian proyek neoliberal, nasionalisasi perusahaan pertambangan asing hingga penghapusan utang luar negeri.
Sebelumnya, penolakan pelantikan SBY juga telah dilakukan dengan aksi teatrikal di areal Tugu Muda Semarang. Aksi teatrikal ini dilakukan oleH KP2KKN, PATTIRO Semarang, YLBHI-LBH yang tergabung dalam gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak). Mereka prihatin terhadap pemberantasan korupsi yang mengalami kemunduran, selama pemerintahan SBY-JK lalu. Sementara itu mereka juga menuntut pengusutan kasus-kasus korupsi, termasuk yang ada di Jawa Tengah, secara tuntas dan transparan. (FPP)

Selasa, 13 Oktober 2009

Digusur, Pedagang Bakar Runtuhan Kios

Semarang – (13/10) Lantaran digusur, sejumlah pedagang kaki lima di Jl. Basudewo, bantaran Banjir Kanal Barat membakar runtuhan kios mereka yang telah dibongkar. Aksi pembakaran ini merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah, atas ganti rugi yang tidak sesuai dan ketidakjelasan pemindahan lokasi berjualan.
Pedagang kaki lima bantaran Banjir Kanal Barat, satu persatu membongkar kios mereka. Ini dilakukan karena sudah menjadi kesepakatan dengan pihak pemerintah kota. Rencananya bantaran Banjir Kanal Barat ini akan dibersihkan oleh pemerintah kota. Meski ganti rugi yang diberikan tidak sesuai, yakni sebesar Rp 500.000 per kiosnya, pembongkaran ini dilakukan tanpa kericuhan. Selain ganti rugi yang tidak sesuai, ketidakjelasan nasib mereka selanjutnya masih meresahkan para pedagang ini.
Ahmad Rifaan, salah seorang pedagang yang sudah 8 tahun berjualan mengaku, dirinya tidak tahu menahu kemana akan diberikan tempat baru untuk berjualan. Selama belum ada tempat baru, terpaksa ia berhenti berjualan.
Setelah pembongkaran selesai, para pedagang melakukan pembakaran runtuhan kios lama mereka. Pembongkaran kios sendiri dilakukan dari pagi hingga siang hari, dengan pengawasan aparat Satpol PP. (FPP)

PSK Sunan Kuning Menggalang Dana Bagi Gempa Padang

Semarang – (13/10) Para Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi Sunan Kuning Semarang, siang tadi beramai-ramai mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana gempa di Padang. Hal ini dilakukan usai melakukan pelatihan keterampilan salon.
Para panitia juga berkeliling ke sekitar komples Sunan Kuning. Satu-persatu rumah maupun kamar, mereka datangi untuk mengumpulkan dana. Ibu asuh, bapak asuh, beserta anak asuh pun dengan rela menyumbangkan dananya.
Ari Istiadi, selaku panitia penggalangan dana dari Griya ASA PKBI Semarang mengatakan, penggalangan dana ini dilakukan selain untuk membantu para korban gempa, juga ingin mengubah stigma masyarakat terhadap lokalisasi, yang kerap dianggap sebagai tempat yang tidak bermoral. (FPP)

Jumat, 09 Oktober 2009

Penanggulangan Banjirdi Semarang Lebih Prioritas Ketimbang Gempa

Semarang – (9/10) Penanggulangan terhadap banjir dan tanah longsor ini lebih diprioritaskan ketimbang penanggulangan gempa. Mengingat karena saat ini telah semakin dekatnya musim penghujan pada saat ini di wilayah Semarang dan sekitarnya. Hal ini terlihat dari diadakannya Gladi Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor sekitar pukul 10.00 WIB tadi di Hotel Patra Jasa, Semarang (9/10).
Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan dampak bencana banjir dan longsor di beberapa daerah di Jawa Tengah khususnya kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal. Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (9/10) mengatakan kesiapsiagaan menanggulangi bencana di daerah ini perlu ditingkatkan. Hal ini mengingat tindakan dari pusat seringkali terlambat dan selain itu yang paling dekat dengan bencana ialah daerah itu sendiri.
Djarot Priyantono Nugroho, Kepala BPBD Jateng (9/10) berharap bahwa akan ada persepsi dan langkah yang sama dalam menanggulangi dampak bencana oleh berbagai unsur seperti TNI dan Polri, Tim SAR, unsur kesehatan dan unsur-unsur yang terkait. Berbagai unsur tersebut rencananya akan berada pada satu komando yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah. BPBD sendiri telah menyiapkan 8 posko dan total 80 personil untuk penanggulangan banjir dan longsor di waktu mendatang.
Dalam rangkaian gladi ini, juga dilaksanakan workshop untuk menyusun ulang rencana penganggulangan banjir dan tanah longsor dan drill teknis untuk memantapkan keterampilan teknis operasional penanggulangan bencana, serta pameran penganggulangan bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Perwakilan Universitas Negeri di Indonesia, Lembaga Usaha dan LSM. Kegiatan Gladi ini diawali dengan Gladi Posko di Hotel Patra Jasa Semarang dan kemudian dilanjutkan Gladi Lapang pada 10 Oktober mendatang di Lapangan Madukoro Semarang. (FPP)

Kamis, 08 Oktober 2009

asiiik...my first blog!

setelah berhari-hari nunggu email konfirmasi untuk bikin blog..akhirnya aku bisa jg hari ini untuk dapatkan email tsb. ternyata salah ngetik alamat email. yang harusnya belakangnya .co.id jadi .com hehehe pantes aja gak masuk2..akhirnya aku bisa ngeblog juga...